
Bocoran Tidak Sengaja Dragon Ball Xenoverse 3 dari Bandai Namco
infolangsung.org – Proyek gim Dragon Ball Game Project Age 1000 kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar setelah muncul indikasi baru dari kanal resmi Bandai Namco. Pada saat yang hampir bersamaan, Insomniac Games juga akhirnya memastikan jadwal rilis Marvel’s Wolverine untuk PlayStation 5. Dua kabar ini memperlihatkan dinamika menarik industri gim global, mulai dari spekulasi identitas proyek legendaris Dragon Ball hingga strategi rilis judul superhero besar di tengah bayang-bayang Grand Theft Auto VI.
“Baca Juga: Kebijakan TKDN dan Isu UMKM dalam Perjanjian Dagang RI–AS ART”
Spekulasi mengenai Dragon Ball Game Project Age 1000 kembali menguat setelah temuan dari akun DBsHype di platform X. Akun tersebut menemukan bahwa trailer Age 1000 ditempatkan dalam sebuah playlist bertajuk Xenoverse 3 di kanal YouTube Bandai Namco Southeast Asia. Penempatan ini memicu interpretasi luas di kalangan penggemar.
Meskipun masih mungkin terjadi kesalahan internal, fakta bahwa playlist tersebut berada di akun resmi Bandai Namco membuat temuan ini sulit diabaikan. Banyak penggemar mulai menduga bahwa Age 1000 bukanlah proyek terpisah, melainkan nama kode atau judul formal dari Dragon Ball Xenoverse 3. Hingga kini, Bandai Namco belum memberikan klarifikasi resmi terkait temuan tersebut.
Spekulasi ini menjadi signifikan karena Xenoverse merupakan salah satu subseri Dragon Ball paling populer. Setiap indikasi lanjutan mengenai kelanjutannya selalu menarik perhatian besar. Penempatan trailer pada playlist Xenoverse 3 dinilai sebagai sinyal yang terlalu spesifik untuk dianggap kebetulan semata.
Dragon Ball Game Project Age 1000 sendiri telah diumumkan dengan target rilis pada 2027. Gim ini mengambil latar waktu 1.000 tahun setelah era Goku, menghadirkan dunia di mana para Z Fighters telah menjadi legenda. Pendekatan ini memberikan ruang kreatif besar untuk eksplorasi cerita dan karakter baru.
Dalam era Age 1000, Bumi digambarkan masih dihuni oleh manusia, Majin, dan Namekian. Garis keturunan Saiyan disebut telah menipis, namun tidak sepenuhnya punah. Hal ini diperlihatkan melalui sosok protagonis berinisial GS yang masih mampu berubah menjadi Super Saiyan.
GS terlihat mengenakan seragam Capsule Corp, yang menegaskan kesinambungan warisan dunia Dragon Ball. Desain karakter orisinal untuk proyek ini dibuat langsung oleh Akira Toriyama sebelum wafat pada 2024. Fakta tersebut menjadikan Age 1000 sebagai salah satu karya terakhir Toriyama, sekaligus meningkatkan nilai emosional proyek ini di mata penggemar.
Meski latarnya memiliki kemiripan kronologis dengan Dragon Ball Online, Bandai Namco menyebut Age 1000 sebagai action RPG standalone. Proyek ini tidak dirancang sebagai MMORPG, melainkan pengalaman bermain mandiri dengan fokus naratif dan aksi. Pendekatan ini membedakannya dari eksperimen Dragon Ball sebelumnya.
Detail gameplay masih dijaga ketat. Informasi lebih lanjut dijadwalkan akan diungkap dalam ajang Dragon Ball Games Battle Hour 2026 yang akan digelar di Los Angeles pada 18–19 April. Acara tersebut diperkirakan menjadi panggung utama untuk memperjelas identitas Age 1000, termasuk kemungkinan keterkaitannya dengan Xenoverse 3.
Hingga saat ini, Bandai Namco belum mengonfirmasi secara eksplisit apakah Age 1000 benar-benar merupakan Dragon Ball Xenoverse 3. Namun, temuan playlist tersebut telah menghidupkan kembali antusiasme komunitas. Banyak penggemar meyakini kejelasan status proyek ini hanya tinggal menunggu waktu.
Di sisi lain industri gim, Marvel’s Wolverine akhirnya kembali mencuri perhatian setelah sempat absen dari sorotan utama. Insomniac Games secara resmi mengumumkan bahwa gim superhero tersebut akan meluncur eksklusif di PlayStation 5 pada 15 September mendatang. Pengumuman ini dilakukan dengan cara yang sangat sederhana.
Tidak ada trailer gameplay panjang atau presentasi khusus. Insomniac hanya merilis sebuah video singkat berdurasi sekitar enam detik yang menampilkan tanggal rilis. Meski minimalis, konfirmasi ini menjawab penantian panjang penggemar yang sejak lama menunggu kepastian jadwal peluncuran.
Sebelumnya, Insomniac memang menyebutkan bahwa detail lebih lengkap akan dibagikan pada musim semi. Oleh karena itu, banyak pihak memperkirakan informasi besar, termasuk gameplay mendalam, masih akan diumumkan dalam waktu dekat. Tanggal rilis ini menjadi penanda bahwa proyek Wolverine telah memasuki fase akhir pengembangan.
“Baca Juga: Saints Row Disebut Tak Diprioritaskan Embracer Group”
Menariknya, tanggal 15 September menempatkan Marvel’s Wolverine di penghujung musim panas, bukan musim gugur seperti rencana awal. Meski demikian, posisi ini dinilai strategis. Paruh akhir tahun 2026 diprediksi sangat padat oleh rilis besar, terutama dengan kehadiran Grand Theft Auto VI.
GTA VI dijadwalkan meluncur pada 19 November, dengan kampanye pemasaran besar yang diperkirakan mulai digencarkan sejak musim panas. Dengan jarak sekitar dua bulan, Marvel’s Wolverine memiliki ruang yang cukup untuk menjadi sorotan utama pasar gim AAA sebelum perhatian publik tersedot sepenuhnya ke GTA VI.
Situasi ini dinilai menguntungkan Insomniac Games. Studio yang sukses melalui seri Spider-Man tersebut memiliki kesempatan memaksimalkan momentum Wolverine sebagai blockbuster eksklusif PlayStation. Jika strategi rilis berjalan sesuai rencana, Marvel’s Wolverine berpotensi menjadi salah satu judul terbesar PS5 tahun ini dan menjadi penutup musim panas yang kuat bagi lini eksklusif Sony.