
Suno AI Kembali Digugat Sony dan Universal Music
infolangsung.org – Sony Music Entertainment dan Universal Music Group kembali menggugat perusahaan AI musik Suno. Gugatan terbaru diajukan setelah Suno meluncurkan keluarga model V6.
Kedua perusahaan mengajukan gugatan pada 18 September 2026. Perkara tersebut masuk ke Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Massachusetts.
Dokumen pengadilan mencantumkan Sony Music, UMG, serta sejumlah label terkait sebagai penggugat. Suno menjadi pihak tergugat dalam perkara hak cipta tersebut.
“Baca Juga: DLSS 5 di Apple M5 Pro Terkendala Hardware”
Gugatan terbaru berfokus pada dugaan penggunaan rekaman berhak cipta dalam pengembangan model AI Suno. Para label menyebut 60.202 rekaman sebagai bagian dari karya yang disengketakan.
Perkara ini muncul setelah Suno memperkenalkan V6 dengan dukungan sejumlah perusahaan musik. Warner Music Group, BMG, dan Believe sebelumnya menjalin kerja sama lisensi dengan Suno.
Suno menyatakan V6 dilatih menggunakan konten berlisensi dari mitra perusahaan. Perusahaan juga menyebut kontribusi komunitas dan pembelajaran internal sebagai bagian dari proses tersebut.
Sony dan Universal memiliki pandangan berbeda mengenai asal pembelajaran model terbaru tersebut. Keduanya menilai V6 masih memiliki hubungan dengan model Suno generasi sebelumnya.
Menurut gugatan tersebut, Suno menggunakan keluaran model lama dalam proses pengembangan model baru. Para label berpendapat bahwa sumber tersebut tetap berkaitan dengan model yang mereka persoalkan sebelumnya.
Sony dan Universal juga menilai pergantian model tidak otomatis menghapus persoalan hak cipta. Mereka menganggap model baru masih membawa hasil pembelajaran dari sistem sebelumnya.
Dalam pernyataan kepada Variety, Suno menolak tuduhan tersebut. Perusahaan menyebut klaim terbaru Sony dan Universal bermasalah secara fakta maupun hukum.
Suno mengatakan V6 dikembangkan bersama mitra berlisensi. Perusahaan juga menyatakan tujuannya adalah membantu pengguna mempelajari bahasa musik dan menciptakan karya baru.
Gugatan baru tersebut mencantumkan 60.202 rekaman suara yang diklaim telah dilanggar. Jumlah itu disebut masih merupakan sebagian dari keseluruhan karya yang dipersoalkan label.
Bloomberg Law melaporkan bahwa UMG, Sony, dan sejumlah label terkait mengajukan perkara tersebut pada Jumat. Gugatan itu mencakup tuduhan penggunaan rekaman tanpa izin untuk melatih model AI.
Perkara tersebut juga memperluas perselisihan terkait cara Suno memperoleh materi audio. Suno sebelumnya mengakui memperoleh data audio dari YouTube untuk kebutuhan pelatihan AI.
Dalam dokumen pengadilan sebelumnya, Suno menyatakan data tersebut diperoleh menggunakan YT-DLP. Namun, persoalan mengenai metode pengambilan data masih menjadi bagian dari proses hukum.
Gugatan terbaru tidak berarti pengadilan telah memutuskan Suno melanggar hak cipta. Klaim para label masih harus melalui proses hukum di pengadilan federal.
Suno juga mempertahankan posisinya dan menyatakan akan menghadapi tuduhan tersebut. Karena itu, status hukum V6 masih bergantung pada proses persidangan.
Perselisihan antara Suno dan perusahaan musik besar bukan perkara baru. Sony Music, Universal Music Group, dan Warner Music Group sebelumnya menggugat Suno pada Juni 2024.
Ketiga perusahaan ketika itu menuduh Suno menggunakan rekaman berhak cipta untuk melatih model AI tanpa izin. Gugatan tersebut menjadi salah satu perkara besar terkait pelatihan AI musik.
Warner kemudian tidak lagi menjadi bagian dari perselisihan tersebut setelah menjalin kerja sama dengan Suno. Perusahaan itu termasuk mitra yang memberikan lisensi konten untuk pengembangan model terbaru.
BMG dan Believe juga menjalin kerja sama lisensi dengan Suno. Kemitraan tersebut menjadi bagian dari pengembangan model V6 yang diperkenalkan pada September 2026.
Sementara itu, Sony dan Universal tetap melanjutkan jalur hukum terhadap Suno. Kedua perusahaan kemudian mengajukan gugatan baru terkait 60.202 rekaman tersebut.
“Baca Juga: Insomniac Klarifikasi Dugaan Penggunaan Gen AI di Wolverine”
Gugatan terbaru memperlihatkan bahwa persoalan hak cipta AI musik masih berkembang. Perusahaan teknologi dan pemegang hak cipta terus memperdebatkan penggunaan karya dalam pelatihan model.
Suno berupaya memperkuat model bisnis melalui kerja sama lisensi dengan perusahaan musik. Namun, Sony dan Universal mempertanyakan hubungan V6 dengan model sebelumnya.
Kasus tersebut juga berlangsung ketika Suno menghadapi gugatan lain dari musisi. Jason Isbell dan sejumlah musisi mengajukan perkara terpisah terkait penggunaan identitas dan gaya artistik.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa sengketa AI musik mencakup beberapa aspek hukum berbeda. Hak cipta rekaman dan penggunaan identitas artis menjadi dua persoalan yang berjalan secara terpisah.
Untuk saat ini, pengadilan belum memberikan putusan akhir mengenai gugatan terbaru Sony dan Universal. Proses hukum berikutnya akan menentukan bagaimana pengadilan menilai pengembangan model AI Suno dan penggunaan materi sebelumnya.