
UGen300 Jadi AI Accelerator USB Terbaru dari ASUS
infolangsung.org – ASUS resmi memperkenalkan UGen300 USB AI Accelerator setelah dipamerkan di CES 2026. Perangkat ini dirancang untuk menghadirkan kemampuan AI langsung ke berbagai perangkat. Pengguna tidak perlu lagi bergantung pada layanan cloud untuk menjalankan model AI. Selain versi USB, ASUS juga menyediakan varian berbasis M.2. Varian tersebut ditujukan untuk integrasi yang lebih fleksibel pada sistem tertentu. Kehadiran produk ini menunjukkan tren peningkatan adopsi edge AI. Teknologi ini memungkinkan pemrosesan data dilakukan langsung di perangkat. ASUS menargetkan pengguna yang membutuhkan performa AI praktis dan efisien. Produk ini juga menyasar developer hingga pengguna profesional. UGen300 menjadi solusi ringkas untuk kebutuhan komputasi AI modern.
“Baca Juga: Minji Eks Secret Number Rilis Debut Solo MELONii”
UGen300 hadir dengan ukuran ringkas 105 x 50 x 18 mm. Meski kecil, perangkat ini dibekali prosesor Hailo-10H AI processor. Chip tersebut mampu menghasilkan performa hingga 40 AI TOPS. Kapasitas ini cukup untuk menjalankan berbagai workload generative AI. Model seperti LLM dan VLM dapat diproses langsung di perangkat. ASUS juga menyematkan RAM khusus sebesar 8 GB LPDDR4. Memori ini tidak berbagi dengan sistem utama perangkat pengguna. Hal ini menjadi keunggulan dibanding NPU lain yang masih menggunakan shared memory. Penggunaan memori terdedikasi membantu mengurangi bottleneck. Performa tetap stabil saat menjalankan model AI berukuran besar. Kombinasi ini membuat UGen300 unggul dalam efisiensi komputasi.
Perangkat ini menggunakan koneksi USB-C dengan standar USB 3.1 Gen 2. Konektivitas tersebut memastikan transfer data cepat dan stabil. Konsumsi daya UGen300 hanya sekitar 2,5 watt dalam penggunaan normal. Efisiensi ini memungkinkan penggunaan pada berbagai perangkat. Laptop, mini PC, hingga perangkat embedded dapat memanfaatkannya. ASUS juga mengusung konsep plug-and-play yang praktis. Pengguna dapat langsung menggunakan perangkat tanpa konfigurasi rumit. UGen300 kompatibel dengan sistem operasi Windows, Linux, dan Android. Dukungan ini memperluas fleksibilitas penggunaan di berbagai skenario. ASUS juga memastikan kompatibilitas dengan framework populer. TensorFlow, PyTorch, dan ONNX sudah didukung secara langsung.
UGen300 mengusung pendekatan edge AI dalam pengoperasiannya. Model AI dijalankan langsung di perangkat tanpa perlu koneksi cloud. Hal ini memberikan beberapa keuntungan penting bagi pengguna. Latensi dapat ditekan sehingga respons menjadi lebih cepat. Selain itu, data pengguna tetap tersimpan secara lokal. Keamanan dan privasi menjadi lebih terjaga dibanding sistem berbasis cloud. Pendekatan ini cocok untuk kebutuhan real-time processing. Contohnya termasuk text generation dan video summarization. Selain itu, fitur voice-to-action juga dapat berjalan lebih responsif. Edge AI menjadi solusi untuk aplikasi yang membutuhkan kecepatan tinggi. ASUS memanfaatkan tren ini untuk menghadirkan pengalaman AI yang lebih efisien.
“Baca Juga: Samsung Tutup Aplikasi Messages Mulai Juli 2026″
ASUS turut menghadirkan ekosistem pendukung untuk UGen300. Salah satunya adalah tool bernama UGen Utility. Perangkat lunak ini menyediakan lebih dari 100 model AI siap pakai. Pengguna dapat langsung mencoba berbagai skenario penggunaan. Selain itu, tersedia akses ke komunitas developer Hailo. Komunitas ini menjadi sumber referensi dan eksperimen lanjutan. Dukungan ekosistem ini memperkuat nilai produk bagi pengguna teknis. Hingga kini, ASUS belum mengumumkan jadwal rilis global resmi. Informasi terkait ketersediaan di Indonesia juga belum disampaikan. Meski demikian, antusiasme terhadap perangkat ini cukup tinggi. UGen300 diperkirakan akan menarik perhatian pasar teknologi AI. Produk ini berpotensi menjadi solusi praktis untuk komputasi AI lokal.