
Pemain ARC Raiders di Steam Terus Menyusut
infolangsung.org – ARC Raiders sempat menjadi salah satu fenomena terbesar di genre extraction shooter pada akhir 2025. Game besutan Embark Studios itu berhasil menarik perhatian jutaan pemain berkat konsep futuristis, pertarungan intens, dan perpaduan elemen PvE serta PvP yang unik. Di tengah persaingan genre yang semakin ketat, ARC Raiders bahkan sempat diprediksi menjadi salah satu game live service paling sukses dalam beberapa tahun terakhir. Namun, situasi tersebut kini mulai berubah. Dalam beberapa bulan terakhir, jumlah pemain ARC Raiders di Steam mengalami penurunan yang cukup signifikan. Meski penurunan pemain setelah masa peluncuran merupakan hal yang umum, tren yang dialami ARC Raiders berlangsung secara konsisten dan mulai memunculkan pertanyaan mengenai kemampuan game ini mempertahankan momentumnya di masa depan.
“Baca Juga: VA Inggris Sephiroth Diganti di Final Fantasy VII Revelation“
Berdasarkan data pemain dari SteamDB, ARC Raiders mencapai puncak popularitasnya pada November 2025 dengan jumlah pemain bersamaan mencapai sekitar 481.966 orang. Angka tersebut menjadi pencapaian luar biasa bagi sebuah game extraction shooter yang hadir di pasar yang sudah dipenuhi berbagai pesaing.
Momentum positif itu masih berlanjut pada awal 2026. Pada Januari, ARC Raiders masih mampu mencatat puncak sekitar 466.372 pemain. Namun setelah itu, jumlah pemain mulai mengalami penurunan secara bertahap.
Pada Februari 2026, jumlah pemain puncak turun menjadi 375.294 pemain. Tren tersebut berlanjut pada Maret dengan angka sekitar 252.050 pemain. Penurunan semakin tajam ketika April hanya mampu mencapai 154.498 pemain.
Periode Maret hingga April menjadi fase paling berat bagi ARC Raiders. Dalam kurun waktu satu bulan saja, game ini kehilangan sekitar 39 persen pemain puncaknya. Situasi tersebut terus berlanjut pada Mei dengan angka 122.157 pemain dan Juni yang hanya mencapai sekitar 110.659 pemain.
Bahkan, pada salah satu periode, jumlah pemain aktif sempat menyentuh angka sekitar 29.688 pemain. Angka tersebut menjadi salah satu pencapaian terendah sejak ARC Raiders resmi dirilis.
Meski jumlah tersebut masih tergolong besar untuk ukuran game multiplayer, tren penurunan yang berlangsung terus-menerus mulai menjadi perhatian komunitas maupun pengamat industri game.
Salah satu faktor yang paling sering disebut pemain sebagai penyebab penurunan popularitas ARC Raiders adalah kualitas update konten terbaru. Banyak anggota komunitas menilai update Shrouded Sky dan Riven Tides tidak mampu menghadirkan perubahan yang cukup signifikan.
Pada masa awal perilisannya, ARC Raiders berhasil membangun reputasi yang kuat melalui berbagai pembaruan yang menghadirkan konten baru, perbaikan sistem, serta berbagai penyesuaian yang membuat pengalaman bermain terus berkembang.
Namun, dua update terakhir dianggap tidak mampu menjaga standar tersebut. Sebagian pemain merasa konten baru yang dihadirkan kurang menarik dan tidak memberikan alasan kuat untuk terus bermain dalam jangka panjang.
Selain itu, Embark Studios juga mengumumkan perubahan strategi dalam pengembangan konten. Jika sebelumnya update besar dirilis dalam tempo yang relatif cepat, kini studio memilih pendekatan yang lebih lambat dengan dua update utama setiap tahun.
Keputusan tersebut diambil karena model pengembangan sebelumnya dianggap sulit dipertahankan dalam jangka panjang. Akibatnya, update besar berikutnya baru dijadwalkan hadir pada Oktober mendatang.
Bagi sebagian pemain, jarak yang cukup panjang antarupdate menimbulkan kekhawatiran mengenai kemampuan game untuk mempertahankan basis pemain aktifnya.
Selain persoalan konten, komunitas juga menyampaikan berbagai kritik terhadap aspek gameplay ARC Raiders. Salah satu yang paling sering dibicarakan adalah balancing senjata yang dianggap belum seimbang.
Sebagian pemain merasa ada beberapa senjata yang terlalu dominan, sementara opsi lain menjadi kurang menarik untuk digunakan. Kritik juga diarahkan pada sistem durability yang dianggap membatasi kebebasan bermain dan menambah beban saat melakukan eksplorasi.
Keseimbangan antara konten PvP dan PvE juga menjadi perdebatan di komunitas. Sebagian pemain menginginkan fokus yang lebih besar pada pengalaman PvE, sementara yang lain berharap unsur kompetitif tetap menjadi prioritas utama.
Selain itu, banyak pemain menilai musuh utama dalam game, yaitu ARC, tidak mengalami evolusi yang cukup berarti sejak peluncuran. Akibatnya, pengalaman bertarung mulai terasa repetitif bagi pemain veteran.
Berbagai kritik tersebut mulai tercermin pada ulasan pengguna di Steam. Dalam beberapa waktu terakhir, jumlah review negatif meningkat dan mulai mendominasi dibandingkan ulasan positif.
Bagi game live service, perubahan sentimen komunitas seperti ini menjadi tantangan serius. Sebab, persepsi pemain dapat memengaruhi keputusan pemain baru untuk mencoba game tersebut sekaligus memengaruhi loyalitas pemain lama.
“Baca Juga: Smartwatch AMOLED Terbaru Haylou Resmi Meluncur”
Faktor lain yang turut memengaruhi popularitas ARC Raiders adalah berkurangnya eksposur dari streamer dan kreator konten. Pada masa awal perilisannya, game ini menjadi salah satu judul yang paling sering muncul di platform streaming dan video.
Konten yang terus bermunculan membantu ARC Raiders mempertahankan momentum serta menarik pemain baru. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak kreator mulai beralih ke game lain sehingga visibilitas ARC Raiders ikut menurun.
Meski menghadapi berbagai tantangan, masih terlalu dini untuk menyebut situasi ini sebagai akhir dari perjalanan ARC Raiders. Embark Studios masih memiliki roadmap pengembangan jangka panjang dan komunitas inti yang tetap aktif mendukung game tersebut.
Kini, perhatian pemain tertuju pada update besar yang dijadwalkan hadir pada Oktober mendatang. Pembaruan itu akan menjadi ujian penting bagi Embark Studios untuk membuktikan bahwa ARC Raiders masih memiliki masa depan yang cerah.
Jika update tersebut mampu menghadirkan inovasi yang diinginkan komunitas, bukan tidak mungkin ARC Raiders dapat kembali bangkit dan merebut perhatian pemain. Namun jika hasilnya kembali mengecewakan, penurunan jumlah pemain yang terjadi sepanjang 2026 bisa menjadi tantangan yang semakin sulit untuk dibalikkan.