
Raih Grammy, Billie Eilish Soroti Kebijakan Imigran
infolangsung.org – Penyanyi asal Amerika Serikat, Billie Eilish, menyuarakan penolakan terhadap kebijakan imigrasi Amerika Serikat. Sikap tersebut disampaikan saat dirinya meraih penghargaan Song of the Year di Grammy Awards 2026. Billie Eilish memenangkan kategori tersebut melalui lagu berjudul Wildflower. Pidato kemenangan itu disampaikan di hadapan pelaku industri musik global. Ia menyampaikan pandangan politik secara terbuka di panggung penghargaan bergengsi tersebut. Billie Eilish didampingi oleh kakaknya, Finneas, saat menyampaikan pidato. Momen tersebut langsung menarik perhatian publik dan media internasional.
“Baca Juga: Tak Ingin ke Nusakambangan, Ammar Zoni Ajukan Permohonan”
Dalam pidatonya, Billie Eilish menolak kebijakan Immigration and Customs Enforcement atau ICE. Kebijakan tersebut diterapkan di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump. Ia menyampaikan kritik terkait penegakan imigrasi yang dinilai tidak adil. Billie Eilish menyebut tidak ada manusia yang ilegal di tanah yang dicuri. Pernyataan itu disampaikan secara tegas dan penuh emosi. Ia menegaskan pandangannya tentang hak asasi manusia. Kritik tersebut menyoroti pendekatan keras pemerintah terhadap imigran. Pidato itu menandai sikap politik terbuka Billie Eilish di forum publik.
Billie Eilish mengakui situasi sosial dan politik saat ini terasa sulit. Ia menyampaikan kebingungan dalam menentukan langkah yang tepat. Namun, ia menegaskan pentingnya terus bersuara. Billie Eilish mengajak publik untuk berjuang bersama. Ia menilai demonstrasi dan ekspresi pendapat tetap relevan. Menurutnya, suara masyarakat memiliki arti penting. Ia menekankan bahwa orang-orang yang terdampak kebijakan juga penting. Pidato itu mencerminkan optimisme di tengah situasi sulit. Billie Eilish berharap solidaritas publik dapat mendorong perubahan.
Sebagai bentuk penolakan simbolis, Billie Eilish mengenakan pin bertuliskan ICE Out. Aksi tersebut dilakukan saat ia tampil di panggung Grammy Awards. Sikap serupa juga ditunjukkan oleh sejumlah musisi lain. Artis seperti Justin Bieber dan Kehlani turut menyuarakan pendapat mereka. Justin Vernon dari Bon Iver juga menunjukkan dukungan. Para musisi tersebut menyampaikan kritik terhadap kebijakan imigrasi. Panggung Grammy menjadi ruang ekspresi kolektif. Aksi ini menegaskan peran seniman dalam isu sosial.
“Baca Juga: Serangan Terbesar Rusia Targetkan Jaringan Energi Ukraina”
Billie Eilish juga mengaitkan kritiknya dengan isu hak asasi manusia. Ia menyoroti penanganan pemerintah terhadap demonstran damai. Ia menyebut adanya perampasan hak sipil masyarakat. Billie Eilish menyinggung pengurangan dana penanganan krisis iklim. Dana tersebut dialihkan ke industri bahan bakar fosil. Ia juga mengkritik ketimpangan akses pangan dan layanan kesehatan. Menurutnya, hak dasar kini menjadi keistimewaan kelompok tertentu. Pernyataan itu sejalan dengan penghargaan Martin Luther King Jr. Beloved Community Award yang diterimanya sebelumnya. Billie Eilish berharap ketidakadilan dapat ditekan melalui suara publik. Ia menegaskan komitmennya untuk terus bersuara demi keadilan sosial.