
Epic Games Tuntut Leaker Fortnite dari Internal
infolangsung.org – Kolaborasi antara Fortnite dan berbagai IP populer sudah lama menjadi bagian penting dari strategi Epic Games. Setiap musim baru biasanya menghadirkan karakter, item, atau event dari berbagai franchise terkenal. Namun informasi mengenai kolaborasi tersebut sering kali bocor lebih dulu sebelum diumumkan secara resmi.
“Baca Juga: Remake KOTOR Masih Hidup Menurut Saber”
Di komunitas Fortnite, keberadaan para leaker sudah menjadi fenomena yang cukup dikenal. Banyak pemain mengikuti akun-akun tertentu yang kerap membagikan bocoran konten baru. Salah satu akun yang cukup populer dalam beberapa waktu terakhir adalah AdiraFN.
Akun tersebut dikenal sering membagikan informasi mengenai rencana kolaborasi Fortnite. Bocoran yang disampaikan sering kali muncul sebelum pengumuman resmi dari Epic Games. Hal ini membuat akun tersebut memiliki banyak pengikut di komunitas game.
Namun dalam beberapa waktu terakhir, akun AdiraFN tiba-tiba menghilang dari platform X atau Twitter. Kejadian tersebut memunculkan berbagai spekulasi di kalangan komunitas Fortnite. Banyak pemain bertanya-tanya mengenai alasan di balik hilangnya akun tersebut.
Spekulasi tersebut akhirnya mendapat jawaban setelah muncul kabar mengenai gugatan hukum dari Epic Games. Perusahaan tersebut diketahui mengambil langkah hukum terhadap seseorang yang diduga terkait dengan akun leaker tersebut.
Epic Games secara resmi mengajukan gugatan hukum pada 5 Maret di pengadilan federal North Carolina. Dalam dokumen gugatan tersebut, perusahaan mengungkap identitas sosok yang diduga berada di balik akun AdiraFN. Nama yang disebut adalah Hayden Cohen.
Menurut Epic Games, Cohen diduga menggunakan akun AdiraFN dan AdiraFNInfo untuk menyebarkan berbagai informasi internal. Bocoran tersebut berkaitan dengan rencana kolaborasi Fortnite yang belum diumumkan kepada publik. Informasi ini disampaikan dalam dokumen gugatan yang diajukan perusahaan.
Gugatan tersebut juga menjelaskan bahwa Cohen memiliki akses ke informasi internal perusahaan. Ia sebelumnya bekerja sebagai kontraktor yang terlibat dalam beberapa proyek Epic Games. Posisinya memungkinkan ia mengetahui berbagai rencana konten yang belum dipublikasikan.
Epic menyebutkan bahwa bocoran tersebut disebarkan melalui berbagai platform. Selain melalui X atau Twitter, informasi juga diduga dibagikan melalui Discord. Penyebaran tersebut membuat banyak detail mengenai konten Fortnite muncul lebih awal di komunitas.
Perusahaan menilai tindakan tersebut melanggar kebijakan internal dan perjanjian kerja. Oleh karena itu, Epic memutuskan mengambil langkah hukum untuk menindak dugaan kebocoran informasi tersebut.
Dalam dokumen gugatan, Epic Games menjelaskan posisi Cohen selama bekerja dengan perusahaan. Ia disebut pernah terlibat dalam sejumlah proyek Epic sebagai Associate Producer. Pekerjaan tersebut dilakukan melalui perusahaan penyalur tenaga kerja sebagai pihak ketiga.
Karena perannya dalam proyek tersebut, Cohen memiliki akses ke sistem internal perusahaan. Akses tersebut memungkinkan ia melihat berbagai informasi yang belum diumumkan kepada publik. Informasi tersebut mencakup rencana konten dan kolaborasi Fortnite.
Epic menyatakan bahwa akses tersebut tidak diberikan secara sembarangan. Cohen disebut harus mengikuti pelatihan keamanan terlebih dahulu sebelum mendapatkan akses tersebut. Pelatihan tersebut bertujuan memastikan bahwa setiap kontraktor memahami kebijakan keamanan perusahaan.
Namun menurut Epic, akses tersebut justru diduga digunakan untuk membocorkan informasi. Perusahaan menilai tindakan tersebut melanggar kepercayaan yang diberikan kepada kontraktor. Hal ini menjadi salah satu dasar utama dalam gugatan yang diajukan.
Jika tuduhan tersebut terbukti benar, kasus ini dapat menjadi contoh serius mengenai penyalahgunaan akses internal. Perusahaan teknologi umumnya memiliki sistem keamanan ketat untuk melindungi informasi rahasia. Kebocoran data dapat menimbulkan berbagai dampak bagi perusahaan.
Epic Games juga menyoroti adanya perjanjian kerahasiaan yang telah ditandatangani oleh Cohen. Dokumen tersebut ditandatangani pada 11 September 2025. Perjanjian tersebut melarang pekerja membocorkan informasi rahasia yang diperoleh dari pekerjaan mereka.
Perjanjian kerahasiaan atau non-disclosure agreement menjadi standar dalam industri teknologi. Dokumen tersebut bertujuan melindungi informasi sensitif perusahaan. Karyawan dan kontraktor diwajibkan menjaga kerahasiaan informasi internal.
Menurut Epic Games, hanya beberapa minggu setelah menandatangani perjanjian tersebut, Cohen diduga mulai menyebarkan bocoran. Informasi yang dibagikan berkaitan dengan berbagai rencana kolaborasi Fortnite. Bocoran tersebut kemudian beredar luas di komunitas game.
Epic menilai tindakan tersebut melanggar perjanjian yang telah disepakati. Hal ini menjadi salah satu alasan utama perusahaan mengajukan gugatan hukum. Dokumen gugatan menyebut rangkaian kejadian tersebut sebagai bukti pelanggaran.
Kasus ini menunjukkan pentingnya kepatuhan terhadap perjanjian kerahasiaan dalam industri game. Informasi mengenai proyek game sering kali dijaga ketat hingga waktu pengumuman resmi. Kebocoran dapat mengganggu strategi pemasaran yang telah direncanakan.
“Baca Juga: Infinix Smart 20 Debut di Indonesia Rp1,3 Juta”
Dalam gugatan tersebut, Epic Games juga menjelaskan dampak dari kebocoran informasi tersebut. Perusahaan menyatakan bahwa bocoran dapat merugikan hubungan dengan pemilik IP yang bekerja sama dengan Fortnite. Banyak kolaborasi dalam game melibatkan perusahaan dan franchise lain.
Kerja sama tersebut biasanya direncanakan dengan strategi pemasaran yang matang. Waktu pengumuman konten baru sering disusun untuk memaksimalkan antusiasme pemain. Bocoran yang muncul terlalu awal dapat merusak rencana tersebut.
Epic juga berpendapat bahwa kebocoran dapat mengurangi dampak dari pengumuman resmi. Ketika informasi sudah diketahui lebih dulu oleh komunitas, efek kejutan menjadi berkurang. Hal ini dapat memengaruhi tingkat keterlibatan pemain terhadap konten baru.
Perusahaan menyatakan telah mengirimkan surat cease-and-desist kepada Cohen. Surat tersebut meminta agar ia berhenti menyebarkan informasi rahasia terkait Fortnite. Selain itu, Epic juga meminta agar semua perangkat yang pernah digunakan untuk mengakses sistem perusahaan diserahkan kembali.
Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam proses hukum di pengadilan federal. Komunitas Fortnite kini mengikuti perkembangan kasus tersebut dengan penuh perhatian. Banyak pemain juga menunggu dampak lebih lanjut dari gugatan yang diajukan Epic Games.