Uncategorized

Onadio Leonardo Bertekad Selektif Berteman Usai Rehab

infolangsung.org – Aktor dan musisi Onadio Leonardo mengungkapkan banyak pelajaran penting dari proses rehabilitasi yang ia jalani. Rehabilitasi tersebut dijalani setelah kasus narkoba yang menjeratnya. Onadio menyebut pengalaman itu menjadi momen refleksi diri yang mendalam. Salah satu pelajaran utama berkaitan dengan lingkungan pertemanan. Ia menyadari pengaruh besar teman terhadap kondisi mental dan perilaku seseorang. Proses pemulihan membuatnya menilai ulang relasi sosial yang selama ini dijalani. Menurutnya, lingkungan yang positif akan memberi dampak baik. Kesadaran tersebut muncul selama masa rehabilitasi berlangsung. Ia menyebut pengalaman ini sebagai titik balik hidupnya. Onadio kini bertekad menjalani hidup dengan lebih terarah.

“Baca Juga: Telegram dan Elon Musk Soroti Keamanan WhatsApp”

Kesadaran Pentingnya Lingkungan Pertemanan yang Positif

Onadio mengaku akan lebih selektif dalam memilih lingkungan pertemanan ke depan. Ia menyadari tidak semua pertemanan membawa pengaruh positif. Hal itu disampaikannya saat ditemui di Yayasan Natura Indonesia. Lokasi tersebut berada di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Onadio menilai beberapa teman memberikan dukungan tulus selama dirinya menjalani rehabilitasi. Ia mengaku terkejut dengan kehadiran sejumlah pihak yang menjenguknya. Salah satu sosok yang disebutnya adalah Habib Jafar. Onadio menilai dukungan tersebut sebagai bentuk kepedulian nyata. Ia mengatakan perlu memilah mana teman yang benar-benar baik. Menurutnya, proses ini mengajarkan pentingnya tahu diri. Ia menilai pengalaman tersebut sebagai pelajaran hidup yang keras namun bermakna.

Rencana Usai Bebas dan Kerinduan terhadap Keluarga

Setelah resmi menyelesaikan rehabilitasi, Onadio memiliki sejumlah rencana pribadi. Hal pertama yang ingin ia lakukan adalah bertemu anaknya. Ia menyebut pertemuan dengan keluarga sebagai prioritas utama. Onadio juga berencana mengunjungi Habib Ja’far. Setelah itu, ia ingin pulang ke rumah dan beristirahat. Ia mengaku merindukan tidur di rumah sendiri. Selain itu, Onadio ingin menghubungi orang tuanya. Ia menyadari orang tuanya sangat kecewa dengan kasus yang menimpanya. Ia juga ingin meminta maaf kepada rekan kerja. Onadio mengakui perbuatannya telah merugikan banyak pihak. Menurutnya, masa rehabilitasi terasa nyaman. Namun, rumah tetap menjadi tempat paling dirindukan. Ia menilai kepulangan ini sebagai awal baru.

Dukungan Keluarga dan Kerinduan Kembali Berkarya

Selama menjalani rehabilitasi, Onadio mengaku merindukan banyak aktivitas. Ia rindu bekerja dan kembali menghibur publik. Ia juga merindukan kegiatan sederhana seperti pergi ke pusat perbelanjaan. Kerinduan terbesar tertuju pada anak-anaknya. Onadio menyebut keluarganya sebagai sumber kekuatan utama. Istrinya, Beby Prisillia, menyatakan dukungan penuh. Beby mengaku akan terus mendampingi suaminya. Ia menegaskan pentingnya menjaga pergaulan ke depan. Menurutnya, kesadaran harus dimulai dari Onadio sendiri. Beby menyebut kini lebih waspada terhadap lingkungan sosial. Ia berkomitmen mengingatkan suaminya agar tidak mengulangi kesalahan. Dukungan keluarga dinilai krusial dalam proses pemulihan.

“Baca Juga: Samsung Galaxy A57 Dikabarkan Hadir dengan Bodi Lebih Tipis”

Kronologi Kasus Narkoba dan Proses Rehabilitasi

Kasus narkoba yang menjerat Onadio merupakan pengembangan dari penangkapan di Sunter. Lokasi tersebut berada di kawasan Tanjung Priok. Dalam penggeledahan, polisi menemukan sejumlah barang bukti. Barang tersebut meliputi satu lembar papir dan plastik klip berisi batang ganja. Polisi juga menyita satu boks kecil dan tiga unit ponsel. Onadio mengakui penggunaan narkoba dipicu masalah pribadi. Atas dasar tersebut, ia mengajukan asesmen ke Badan Narkotika Nasional Provinsi. Permohonan asesmen itu disetujui oleh BNNP. Onadio kemudian dijatuhi hukuman rehabilitasi narkoba. Proses rehabilitasi dijalani sesuai ketentuan hukum. Kini, Onadio berharap dapat menjalani hidup lebih sehat dan bertanggung jawab.