
Pasca Serangan AS, Venezuela Berlakukan Keadaan Darurat
infolangsung.org – Amerika Serikat melancarkan serangan militer ke Venezuela pada Sabtu dini hari waktu setempat. Serangan tersebut menargetkan sejumlah fasilitas militer dan sipil di ibu kota Caracas serta wilayah sekitarnya. Media lokal melaporkan sedikitnya tujuh ledakan keras terdengar di beberapa titik kota. Situasi ini langsung meningkatkan ketegangan kawasan dan memicu reaksi keras dari pemerintah Venezuela.
“Baca Juga: Pajak Kontrasepsi Diterapkan China untuk Naikkan Kelahiran”
Serangan udara terjadi pada Sabtu (3/1/2025) dini hari dan mengejutkan warga Caracas. Ledakan terdengar beruntun di area strategis yang diketahui memiliki fasilitas militer dan infrastruktur sipil. Hingga kini, belum ada rincian resmi dari pihak Amerika Serikat mengenai sasaran dan tujuan operasi tersebut. Pemerintah Venezuela menyebut serangan itu sebagai tindakan agresi langsung terhadap kedaulatan negara.
Presiden Venezuela Nicolás Maduro merespons cepat dengan menetapkan keadaan darurat nasional. Ia menandatangani dekrit yang menyatakan kondisi kekacauan eksternal di seluruh wilayah negara. Maduro juga memerintahkan aktivasi penuh rencana pertahanan nasional sesuai skenario yang telah disiapkan. Pemerintah menginstruksikan aparat keamanan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan menjaga objek vital negara. Langkah ini bertujuan memastikan stabilitas domestik, melindungi infrastruktur energi, serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan di tengah meningkatnya ketegangan internasional.
Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil mengecam keras tindakan Amerika Serikat. Ia menyebut serangan tersebut sebagai bentuk agresi imperialis yang bertujuan merebut sumber daya strategis Venezuela. Gil menegaskan bahwa minyak dan mineral menjadi motif utama serangan tersebut. Ia juga menyerukan komunitas internasional untuk bertindak melawan apa yang disebutnya sebagai pelanggaran serius hukum internasional. Menurut Gil, sikap diam negara-negara besar hanya akan memperburuk ketegangan global dan membuka ruang bagi tindakan sepihak yang merusak stabilitas kawasan Amerika Latin.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela telah berlangsung selama berbulan-bulan. Presiden AS Donald Trump menuding pemerintahan Maduro terlibat dalam jaringan perdagangan narkoba internasional. Pemerintah Venezuela secara tegas membantah tuduhan tersebut. Sejak September, Amerika Serikat dilaporkan telah melakukan sekitar 30 serangan terhadap kapal yang dicurigai terkait penyelundupan narkoba di Pasifik dan Karibia.
“Baca Juga: MSI Rilis Dua Monitor OLED 32 Inci Seri Terbaru”
Serangan militer ini memperburuk situasi kemanusiaan di kawasan tersebut. Laporan menyebutkan lebih dari 110 orang tewas sejak serangan pertama Amerika Serikat pada 2 September. Pemerintah Venezuela mengajak seluruh kekuatan sosial dan politik untuk melakukan mobilisasi nasional. Seruan persatuan nasional terus digaungkan di tengah kekhawatiran eskalasi konflik lebih luas di kawasan Amerika Latin.