Meski melepas status sebagai co-owner, Sony tetap mendukung EVO sebagai sponsor resmi dalam berbagai event mendatang. Langkah ini memungkinkan Sony tetap terlibat tanpa menjadi pemilik langsung. NODWIN Gaming kini memegang peran utama bersama RTS dalam mengelola dan mengembangkan EVO ke depan.
NODWIN Gaming Siap Memimpin dengan Dukungan Pengalaman Esports Internasional
Dikenal sebagai penyelenggara turnamen esports internasional seperti PUBG dan Valorant. Mereka membawa pengalaman besar dalam dunia esports ke dalam pengelolaan EVO. Akshat Rathee, Managing Director NODWIN Gaming, mengapresiasi kontribusi Sony selama masa kepemilikan.
Rathee menegaskan komitmen NODWIN untuk melanjutkan warisan EVO dengan semangat komunitas fighting game yang kuat. “Kami akan menghormati legacy yang ada sambil membuka peluang untuk generasi baru merasakan semangat EVO,” ujarnya. Hal ini menandai era baru yang tetap menjunjung nilai autentisitas dan komunitas.
RTS dan Qiddiya Perkuat Struktur Kepemilikan dan Investasi EVO
Selain NODWIN Gaming, RTS tetap menjadi pemilik utama EVO dan mendapat tambahan investasi besar dari Qiddiya. Qiddiya adalah perusahaan hiburan yang didukung dana dari Saudi Arabia Public Investment Fund (PIF). Investasi ini memperkuat fondasi finansial dan strategis EVO.
Stuart Saw, CEO RTS, menyatakan bahwa kemitraan dengan Qiddiya akan memperkokoh visi besar turnamen ini. “Kami ingin menjadikan EVO sebagai ajang transformasi nyata dalam komunitas fighting game,” katanya. Tujuan utamanya adalah memperluas koneksi, peluang, dan pertumbuhan yang berarti bagi pemain dan penggemar.
EVO 2025 Dinilai Sukses, Masa Depan Turnamen Jadi Lebih Menjanjikan
EVO 2025 mendapatkan respon positif dari komunitas dan pelaku industri. Keberhasilan event ini menjadi bukti bahwa EVO masih menjadi ajang fighting game terbesar dan paling berpengaruh. Dengan struktur kepemilikan yang baru, pengembangan turnamen akan semakin dinamis dan terarah.
Perpindahan kepemilikan ke NODWIN dan investasi dari Qiddiya membuka peluang inovasi dalam format turnamen, konten, serta jangkauan global EVO. Hal ini menjadi momentum untuk membawa EVO ke level yang lebih tinggi dan menarik lebih banyak partisipasi.
“Baca Juga: REDMAGIC 11 Pro Usung Snapdragon 8 Gen 5 Terbaru”
Kesimpulan: Perubahan Kepemilikan EVO Menandai Era Baru Esports Fighting Game
Keputusan Sony untuk mundur sebagai co-owner dan penyerahan saham ke NODWIN Gaming menandai babak baru bagi EVO. Dengan RTS dan Qiddiya sebagai pilar utama, turnamen ini memiliki fondasi kuat untuk masa depan.
Dukungan NODWIN yang berpengalaman serta investasi dari Saudi Arabia akan mempercepat inovasi dan ekspansi. EVO berpeluang menjadi pusat pertumbuhan komunitas fighting game global, menjaga legacy sekaligus membuka jalan baru.
Para penggemar dan pelaku esports kini bisa menantikan perkembangan menarik dari EVO di tahun-tahun mendatang. Transformasi ini menjanjikan evolusi yang positif dan berkelanjutan bagi ekosistem esports fighting game.
