
Khamenei Menolak Tawaran Trump, Tegaskan Nuklir Iran Tak Tergoyahkan
infolangsung.org – Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada Senin (20/10/2025), menegaskan penolakannya terhadap tawaran perundingan yang diajukan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Khamenei menyatakan bahwa Iran tidak akan pernah menerima perundingan yang mengancam kedaulatan dan kepentingan nasional negara tersebut. Dalam pernyataan yang disampaikan media pemerintah, Khamenei mengkritik Trump yang mengklaim dirinya sebagai pembuat kesepakatan, namun menurut Khamenei, jika sebuah kesepakatan disertai dengan paksaan, itu bukanlah kesepakatan, melainkan pemaksaan.
“Baca Juga: Trump Izinkan CIA Tangkap Maduro, Operasi Dimulai di Venezuela”
Khamenei menyatakan dengan tegas bahwa Iran tidak akan pernah menerima dialog yang dianggapnya merugikan negara tersebut. “Jika kesepakatan sudah ditentukan sebelumnya dan disertai dengan paksaan, itu adalah intimidasi, bukan perundingan,” ujar Khamenei. Pernyataan ini muncul setelah sejumlah putaran negosiasi nuklir tidak langsung antara Iran dan AS yang berakhir dengan ketegangan, termasuk perang udara antara Iran dan Israel pada Juni 2025.
Pada Juni 2025, ketegangan antara Iran dan AS meningkat setelah serangan udara yang menghancurkan situs nuklir Iran. Serangan ini dilakukan oleh Israel dengan dukungan AS, yang kemudian memperburuk hubungan kedua negara. Trump, dalam pidatonya di parlemen Israel, mengklaim bahwa AS telah berhasil menghancurkan industri nuklir Iran. Namun, Khamenei dengan tegas membantah klaim tersebut dan menanggapi dengan sindiran, “Teruslah bermimpi,” katanya, menunjukkan bahwa ia tidak percaya bahwa AS telah berhasil menghancurkan kemampuan nuklir Iran.
Khamenei juga mengkritik keras campur tangan AS dalam urusan dalam negeri Iran, khususnya terkait dengan program nuklir. Ia mempertanyakan hak AS untuk mengomentari atau mengintervensi program nuklir Iran yang, menurutnya. Adalah masalah kebanggaan nasional dan kemajuan ilmiah negara. “Intervensi semacam itu tidak pantas, salah, dan bersifat memaksa,” tegas Khamenei. Menegaskan bahwa Iran akan terus mengembangkan program nuklirnya untuk tujuan damai dan bukan untuk senjata.
Iran terus membantah tuduhan negara-negara Barat yang menyatakan bahwa negara tersebut diam-diam mengembangkan senjata nuklir dengan memperkaya uranium melebihi kebutuhan sipil. Khamenei menegaskan bahwa kegiatan nuklir Iran sepenuhnya bertujuan untuk menghasilkan energi bagi kebutuhan sipil. Meski demikian, ketegangan terkait masalah nuklir Iran terus berlanjut, dengan negara-negara Barat menuntut transparansi lebih lanjut. Di sisi lain, Teheran tetap bersikukuh bahwa program nuklir mereka adalah sah dan berlandaskan hak negara untuk mengembangkan energi nuklir secara damai.
“Baca Juga: Apple Abadikan Steve Jobs Dalam Koin 1 Dolar Spesial”
Penolakan Khamenei terhadap tawaran perundingan Trump menunjukkan bahwa ketegangan antara Iran dan AS masih jauh dari mereda. Meskipun ada upaya diplomatik untuk merundingkan “kesepakatan damai,” seperti yang diajukan Trump setelah gencatan senjata di Gaza, pernyataan Khamenei menunjukkan bahwa Iran tidak akan mudah terpengaruh oleh tekanan internasional. Ketegangan ini berpotensi mempengaruhi stabilitas kawasan dan memperburuk hubungan antara Iran dan negara-negara Barat. Khususnya terkait dengan masalah nuklir yang terus menjadi sumber kontroversi global.