
Kioxia dan NVIDIA Kembangkan SSD 100 Juta IOPS untuk AI
infolangsung.org – NVIDIA dan Kioxia tengah bekerja sama mengembangkan SSD generasi baru dengan target performa hingga 100 juta IOPS. Inovasi ini dirancang khusus untuk mempercepat akses data pada sistem AI berskala besar. Jika berhasil, perangkat ini akan menjadi SSD tercepat yang pernah ada. Sebagai perbandingan, SSD kelas atas saat ini umumnya hanya mencapai 3 juta IOPS.
“Baca Juga: MSI Rilis SSD Portable Datamag 40Gbps dengan Kecepatan Ganda”
SSD ini akan langsung terhubung ke GPU melalui antarmuka PCIe 7.0 menggunakan mode peer-to-peer. Hal ini memungkinkan transfer data ultra cepat tanpa melalui CPU atau memori sistem. Dengan cara ini, latensi dapat ditekan seminimal mungkin dan bandwidth meningkat secara signifikan.
PCIe 7.0 sendiri baru diumumkan pada 2025 dan membawa peningkatan bandwidth hingga dua kali lipat dibanding PCIe 6.0. Teknologi ini menjadi tulang punggung infrastruktur AI masa depan yang memerlukan pemrosesan data secara real-time.
Sebelumnya, Kioxia telah mengumumkan rencana merilis SSD berbasis XL-Flash dengan performa 10 juta IOPS pada 2026. Namun, proyek bersama NVIDIA kini menargetkan angka sepuluh kali lipat lebih tinggi, yaitu 100 juta IOPS.
Peningkatan ini sangat signifikan dan menunjukkan ambisi NVIDIA untuk mendorong batas performa penyimpanan data. Bahkan, perusahaan menyebut akan menggunakan dua unit SSD sekaligus agar performa gabungan mencapai 200 juta IOPS.
Angka ini tidak hanya menandai rekor baru dalam industri penyimpanan, tetapi juga membuka peluang baru untuk percepatan sistem AI. Dalam dunia model bahasa besar (LLM), akses data acak dengan latensi rendah sangat krusial.
Untuk mencapai performa tersebut, Kioxia akan mengandalkan teknologi XL-Flash dan kemungkinan besar juga High Bandwidth Flash (HBF). XL-Flash dikenal memiliki latensi rendah dan kemampuan akses acak kecil yang sangat tinggi. Fitur ini sangat cocok untuk kebutuhan AI yang harus mengakses dataset besar secara cepat dan konsisten.
Namun, menciptakan SSD 100 juta IOPS bukan tugas sederhana. Dibutuhkan ratusan chip memori, arsitektur kontroler baru, serta sistem manajemen data ultra efisien. Di sinilah HBF berperan, karena memungkinkan tingkat paralelisme ekstrem dalam pengolahan data flash.
Dengan kombinasi teknologi ini, SSD tidak hanya cepat dalam satu tugas, tetapi juga mampu menangani beban kerja simultan tanpa bottleneck.
Pertumbuhan cepat sistem AI generatif dan model skala besar telah memicu permintaan akan media penyimpanan yang lebih cepat. Saat ini, bottleneck penyimpanan sering menjadi kendala utama dalam pelatihan dan inferensi model AI.
NVIDIA sebagai pemimpin pasar GPU untuk AI memiliki kepentingan besar dalam memastikan data dapat dikirim ke GPU secepat mungkin. Inilah sebabnya mereka aktif mendorong integrasi SSD langsung ke GPU melalui PCIe 7.0.
Dengan pendekatan peer-to-peer, data dapat berpindah dari storage ke GPU tanpa menunggu peran CPU, mengurangi latensi drastis. Teknologi ini akan mengubah cara kerja data center AI di masa depan.
“Baca Juga: Moto Pad 60 Lite Meluncur, Tablet Murah Andalan Hiburan”
NVIDIA dan Kioxia menargetkan peluncuran SSD ini pada tahun 2027. Waktu tersebut memberi ruang untuk pengembangan teknologi pendukung seperti kontroler, firmware, dan standar PCIe 7.0 yang masih baru.
Jika tercapai, SSD ini akan mengubah standar industri penyimpanan data, terutama untuk kebutuhan AI, cloud computing, dan edge data center. Selain itu, kolaborasi ini menunjukkan bahwa kecepatan penyimpanan kini menjadi komponen kritikal dalam arsitektur AI modern.
Dengan peningkatan eksponensial dalam kapasitas model AI dan volume data, inovasi semacam ini sangat dibutuhkan. Dunia akan menantikan apakah NVIDIA dan Kioxia dapat merealisasikan SSD tercepat sepanjang sejarah pada 2027.