Techno

Krisis RAM Hantam MediaTek, Bisnis SoC Paling Terdampak

infolangsung.org – MediaTek dikenal sebagai salah satu pemain terkuat di industri semikonduktor mobile global. Perusahaan ini memiliki keunggulan dalam menjual chip dalam volume sangat besar. Skala distribusi tersebut membuat MediaTek mampu menyaingi Qualcomm, Apple, dan Samsung. Namun, keunggulan itu kini menghadapi tantangan serius dari kenaikan harga komponen. Lonjakan biaya komponen menjadi faktor yang sulit dihindari. Kondisi ini muncul di tengah ketidakpastian rantai pasok global. Tekanan biaya tersebut berpotensi menggerus margin keuntungan perusahaan. Situasi ini menjadi ujian besar bagi model bisnis MediaTek.

“Baca Juga: Update Terbaru Windows 11 Picu Masalah Gagal Booting PC”

Ketergantungan Pendapatan MediaTek pada Penjualan SoC Smartphone

Sebagai pemasok chip smartphone terbesar, MediaTek sangat bergantung pada sektor mobile. Pada kuartal ketiga 2025, sekitar 53 persen pendapatan berasal dari penjualan SoC. Angka tersebut menunjukkan tingkat ketergantungan yang tinggi. Ketika pasar smartphone melambat, dampaknya langsung terasa. Kondisi ini berbeda dengan beberapa rival yang memiliki diversifikasi lebih luas. Qualcomm dan Apple memiliki sumber pendapatan lain di luar SoC mobile. Ketergantungan ini membuat MediaTek lebih rentan terhadap gejolak pasar. Penurunan permintaan dapat langsung menekan kinerja keuangan perusahaan.

Laporan Chosun Soroti Dampak Lonjakan Harga DRAM

Laporan terbaru dari Chosun menyoroti dampak kenaikan harga DRAM terhadap MediaTek. Harga memori mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Sebagai perusahaan tanpa pabrik sendiri, MediaTek sangat bergantung pada pemasok. Kenaikan harga komponen langsung meningkatkan biaya produksi. Kondisi ini berbeda dengan perusahaan yang memiliki fasilitas fabrikasi internal. MediaTek harus menyesuaikan strategi harga untuk menjaga daya saing. Namun, ruang penyesuaian tersebut semakin sempit. Tekanan biaya ini menjadi tantangan struktural bagi perusahaan.

Rencana Dimensity 9600 dan Risiko Biaya Fabrikasi 2nm

Di tengah tekanan biaya, MediaTek tetap menyiapkan produk flagship baru. Perusahaan berencana merilis seri Dimensity 9600 tahun ini. Chip tersebut dikabarkan menggunakan teknologi fabrikasi 2nm. Teknologi ini menawarkan peningkatan efisiensi dan performa. Namun, biaya produksinya jauh lebih tinggi. Risiko finansial pun menjadi lebih besar. Jika harga jual tidak seimbang, margin bisa tertekan. Kondisi pasar yang melemah menambah kompleksitas keputusan ini. Strategi flagship menjadi taruhan penting bagi MediaTek.

“Baca Juga: iQOO 15 Ultra Resmi Debut Awal Februari”

Penurunan Pengiriman Smartphone dan Persaingan dengan Qualcomm

Situasi diperburuk oleh proyeksi penurunan pengiriman smartphone global. Banyak produsen diperkirakan mengurangi volume produksi tahun ini. Penurunan ini berdampak langsung pada permintaan SoC. MediaTek berpotensi mengalami penurunan penjualan unit. Di sisi lain, Qualcomm merilis dua varian flagship terbaru. Strategi tersebut memberi fleksibilitas bagi mitra produsen smartphone. Qualcomm dapat menjangkau segmen pasar yang lebih luas. MediaTek menghadapi tekanan ganda dari sisi volume dan persaingan. Selain harga, performa chip juga menjadi faktor penentu. Pada generasi flagship sebelumnya, performa MediaTek belum melampaui Snapdragon. Ke depan, MediaTek perlu menawarkan nilai lebih yang jelas. Tantangan ini akan menentukan posisi MediaTek di pasar global.

Tags: MediaTek