
Meutya Hafid Luncurkan Solusi Internet Murah untuk Saingi Starlink
infolangsung.org – Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan solusi teknologi konektivitas yang lebih terjangkau dibandingkan Starlink, dengan tujuan memperluas akses internet cepat ke seluruh pelosok negeri. Menurut Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, teknologi baru ini diharapkan dapat menjangkau sekolah-sekolah di daerah terpencil dengan harga yang lebih ekonomis.
“Baca Juga: Wikipedia Kehilangan Pembaca, AI Jadi Salah Satu Penyebabnya”
Pada rapat Kabinet Paripurna pada Senin (20/10), Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa biaya tinggi Starlink menjadi kendala bagi pemerataan akses internet di Indonesia. Meski mengakui kualitas teknologi satelit tersebut, Prabowo menekankan perlunya alternatif yang lebih hemat untuk digunakan di sekolah-sekolah. “Starlink memang bagus, tapi biayanya masih cukup tinggi. Teknologi baru yang lebih murah kini tersedia,” ungkap Presiden.
Menkomdigi Meutya Hafid menjelaskan bahwa solusi yang dimaksud oleh Presiden adalah Fixed Wireless Access (FWA), teknologi koneksi nirkabel yang lebih terjangkau dibandingkan dengan satelit orbit rendah seperti Starlink. FWA memungkinkan penyediaan internet cepat dengan biaya yang jauh lebih rendah, dan dapat menjangkau area yang belum terlayani oleh fiber optik, termasuk perumahan dan sekolah-sekolah.
“FWA memungkinkan internet cepat dapat menjangkau wilayah yang lebih luas, termasuk daerah yang sulit dijangkau oleh kabel fiber optik, dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Meutya pada acara Tech in Asia Conference 2025.
Kementerian Komunikasi dan Digital telah menyelesaikan lelang frekuensi 1,4 GHz untuk pengembangan FWA. Beberapa perusahaan seperti Surge dan MyRepublic menjadi pemenang lelang ini dengan nilai tawaran mencapai ratusan miliar rupiah. Lelang ini membuka peluang bagi pengembangan infrastruktur FWA yang dapat mendukung penyediaan internet cepat dengan biaya yang lebih rendah.
Pemerintah Indonesia menargetkan bahwa teknologi FWA akan mempercepat pemerataan akses digital di sekolah-sekolah, terutama di wilayah terpencil. Program pembelajaran digital yang digalakkan oleh pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran ini bertujuan menyediakan perangkat Smart TV interaktif untuk sekolah-sekolah. Yang berisi materi pembelajaran digital sesuai dengan kurikulum nasional.
Saat ini, hampir 50 ribu sekolah sudah dilengkapi dengan perangkat Smart TV tersebut. Dan targetnya akan mencapai 288 ribu unit pada akhir 2025. Dengan adanya teknologi ini, diharapkan pendidikan digital di Indonesia dapat lebih merata dan efisien. Memberi akses lebih besar kepada siswa di berbagai daerah.
“Baca Juga: Lenovo Legion Go 2 Hadir dengan Fitur Gaming Profesional”
Langkah pemerintah Indonesia untuk menghadirkan teknologi FWA sebagai alternatif internet terjangkau dapat menjadi solusi besar dalam memperluas akses pendidikan digital di seluruh pelosok tanah air. Dengan dukungan teknologi nirkabel yang lebih hemat dan efisien, pemerataan digital di sektor pendidikan menjadi semakin dekat untuk terwujud.