
Redmi 17C Meluncur, Usung Helio G81 untuk Segmen Murah
infolangsung.org – Xiaomi kembali memperkenalkan smartphone terbaru dari lini terjangkau melalui Redmi 17C. Perangkat ini hadir sebagai penerus Redmi 15C, namun membawa sejumlah perubahan yang cukup mengejutkan.
Alih-alih menawarkan peningkatan di berbagai sektor, Redmi 17C justru mengalami penurunan spesifikasi pada beberapa aspek penting. Mulai dari layar, kamera, konfigurasi memori, hingga fitur pendukung mengalami pemangkasan dibandingkan generasi sebelumnya.
“Baca Juga: Galaxy M47 Dikabarkan Bawa Baterai Awet dan Update Lama”
Meski demikian, Xiaomi tetap mempertahankan chipset yang digunakan pada pendahulunya. Langkah tersebut menunjukkan perusahaan masih berupaya menjaga performa dasar perangkat di segmen entry-level.
Redmi 17C dipasarkan untuk pengguna yang mengutamakan harga terjangkau. Namun, sejumlah pengurangan spesifikasi membuat perangkat ini memiliki perbedaan cukup signifikan dibandingkan Redmi 15C.
Pada sektor performa, Redmi 17C masih mengandalkan chipset MediaTek Helio G81. Chipset tersebut merupakan prosesor yang juga digunakan pada Redmi 15C.
Meski dapur pacunya tidak berubah, konfigurasi memori justru mengalami penurunan. Redmi 17C kini hanya tersedia dalam pilihan RAM 4GB dengan penyimpanan 64GB atau 128GB.
Konfigurasi tersebut tergolong lebih sederhana dibandingkan generasi sebelumnya. Redmi 15C sebelumnya tersedia hingga RAM 8GB dan penyimpanan internal mencapai 256GB.
Teknologi penyimpanan yang lebih kecil membuat pilihan pengguna menjadi lebih terbatas. Namun, Xiaomi tampaknya berupaya menjaga harga perangkat tetap kompetitif di kelasnya.
Pemangkasan konfigurasi memori ini juga bukan hanya terjadi pada Xiaomi. Sejumlah produsen smartphone lain dikabarkan mengambil langkah serupa dalam beberapa waktu terakhir.
Laporan yang beredar menyebut pemangkasan spesifikasi dipengaruhi kondisi industri semikonduktor. Pasokan komponen memori yang masih terbatas membuat biaya produksi meningkat.
Untuk menjaga harga jual tetap terjangkau, sejumlah produsen memilih mengurangi kapasitas RAM maupun penyimpanan internal. Strategi tersebut dinilai lebih memungkinkan dibandingkan menaikkan harga perangkat secara signifikan.
Karena itu, Redmi 17C bukan menjadi satu-satunya smartphone yang mengalami penyesuaian spesifikasi. Tren serupa juga mulai terlihat pada beberapa perangkat entry-level dari merek lain.
Meski demikian, keputusan tersebut tetap menjadi perhatian karena Redmi 17C mengalami penurunan pada lebih dari satu sektor. Pengurangan spesifikasi tidak hanya terbatas pada memori, tetapi juga menyentuh komponen lain.
Redmi 17C menggunakan layar IPS LCD berukuran 6,8 inci dengan resolusi HD+. Perangkat ini masih mempertahankan refresh rate hingga 120Hz untuk memberikan pengalaman navigasi yang lebih mulus.
Namun, perlindungan Gorilla Glass 3 yang sebelumnya tersedia pada Redmi 15C sudah tidak lagi tercantum pada spesifikasi Redmi 17C. Perubahan tersebut menjadi salah satu perbedaan yang cukup mencolok.
Di sektor fotografi, Redmi 17C mengusung kamera utama 13MP dengan bukaan lensa f/2.2. Resolusi tersebut turun cukup jauh dibandingkan kamera 50MP yang digunakan Redmi 15C.
Untuk kebutuhan swafoto, tersedia kamera depan beresolusi 5MP. Kamera tersebut juga mengalami penurunan dibandingkan kamera depan 8MP pada generasi sebelumnya.
Pada sektor daya, Redmi 17C dibekali baterai berkapasitas 5.160 mAh. Pengisian dayanya mendukung teknologi fast charging 18W untuk memenuhi kebutuhan penggunaan harian.
Beberapa fitur tambahan juga ikut dihilangkan pada perangkat ini. Redmi 17C tidak lagi mencantumkan sertifikasi IP64 maupun dukungan NFC pada lembar spesifikasinya.
Selain itu, port USB Type-C 2.0 yang digunakan juga tidak mendukung fungsi OTG. Smartphone ini menjalankan sistem operasi HyperOS 3 yang berbasis Android 16 sejak pertama kali digunakan.
“Baca Juga: Meccha Chameleon Catat Penjualan 5 Juta Kopi”
Redmi 17C mulai dipasarkan di China dengan dua pilihan kapasitas penyimpanan. Varian 4GB RAM dan 64GB penyimpanan dibanderol 799 yuan atau sekitar Rp2,1 jutaan.
Sementara itu, model dengan RAM 4GB dan penyimpanan 128GB dijual seharga 899 yuan atau sekitar Rp2,3 jutaan. Kedua varian tersebut menyasar segmen smartphone entry-level dengan harga yang tetap kompetitif.
Xiaomi juga mengindikasikan bahwa Redmi 17C berpeluang hadir di pasar global. Namun, perusahaan belum mengonfirmasi spesifikasi maupun jadwal peluncuran untuk wilayah di luar China.
Kemungkinan terdapat penyesuaian spesifikasi pada versi internasional tetap terbuka. Meski begitu, sebagian besar konfigurasi perangkat diperkirakan tidak akan berbeda jauh dari model yang telah diperkenalkan di China.
Dengan mempertahankan chipset Helio G81 namun memangkas sejumlah komponen penting, Redmi 17C menawarkan pendekatan yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Kehadiran perangkat ini menunjukkan tantangan yang dihadapi industri smartphone dalam menjaga keseimbangan antara spesifikasi dan harga di tengah keterbatasan pasokan komponen.