
Roblox Terapkan Verifikasi Umur Berbasis AI untuk Fitur Chat
infolangsung.org – Mulai Desember 2025, Roblox akan menerapkan kebijakan baru yang mewajibkan verifikasi usia berbasis teknologi AI untuk mengakses fitur chat di platform. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan, terutama untuk melindungi pengguna muda dari risiko predator dan konten yang tidak pantas. Verifikasi ini dilakukan dengan mengunggah foto diri yang kemudian dianalisis oleh sistem AI untuk menentukan kelompok usia pengguna. Langkah ini mengikuti kebijakan yang pertama kali dibahas pada Juli lalu dan kini menjadi kenyataan.
“Baca Juga: Stardew Valley Kolaborasi dengan Among Us untuk Update Baru”
Dalam implementasinya, Roblox bekerja sama dengan Persona, sebuah teknologi yang memungkinkan verifikasi usia berbasis foto. Pengguna diminta mengunggah foto diri mereka, yang kemudian dianalisis oleh AI untuk menentukan kategori usia mereka. Pengguna yang terverifikasi dapat melanjutkan untuk mengakses fitur chat, dengan pembatasan yang memastikan mereka hanya bisa berkomunikasi dengan pengguna dalam kelompok usia yang sama atau berdekatan. Langkah ini dimaksudkan untuk mengurangi potensi risiko interaksi antara pengguna dengan rentang usia yang terlalu jauh.
Penerapan verifikasi usia ini merupakan respons Roblox terhadap kritik yang meningkat mengenai keamanan anak-anak di platform tersebut. Roblox telah lama menjadi sorotan karena seringkali dianggap gagal dalam melindungi penggunanya yang masih di bawah umur dari konten yang tidak pantas dan potensi ancaman predator. Bahkan beberapa insiden, seperti upaya pengguna untuk menangkap predator sendiri dan tuntutan hukum dari negara bagian Amerika, turut memicu perubahan kebijakan ini.
Sistem verifikasi usia berbasis AI ini pertama kali akan diluncurkan di beberapa negara, yaitu Australia, Selandia Baru, dan Belanda. Peluncuran global dijadwalkan untuk Januari 2026. Langkah ini akan memberi Roblox waktu untuk menguji dan menyesuaikan sistem verifikasi sebelum diterapkan lebih luas. Meskipun klaim Roblox menyebutkan lebih dari 145 fitur keamanan telah diluncurkan tahun ini, kekhawatiran pengguna tetap ada, terutama terkait dengan pelaksanaan kebijakan baru ini.
“Baca Juga: Korea Selatan Klarifikasi Isu PUBG Terkait Ledakan di SMA 72 Jakarta”
Walaupun kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan, banyak orang tua dan pengamat yang merasa khawatir dengan aspek privasi anak. Verifikasi usia berbasis foto mengharuskan anak-anak untuk mengunggah gambar diri yang kemudian dianalisis oleh AI. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar tentang bagaimana data pribadi anak akan dikelola dan disimpan. Selain itu, ada juga kekhawatiran bahwa data tersebut dapat jatuh ke tangan pihak ketiga atau disalahgunakan, mengingat belum ada jaminan yang jelas mengenai perlindungan data anak oleh pihak Roblox.
Penerapan sistem verifikasi usia ini merupakan langkah besar dalam upaya Roblox untuk memperbaiki reputasinya di bidang keamanan. Namun, tantangan terbesar adalah memastikan bahwa data pribadi pengguna, terutama anak-anak, tetap aman dan tidak disalahgunakan. Oleh karena itu, meskipun sistem ini bisa meningkatkan keamanan, masalah privasi tetap menjadi perhatian utama yang harus diperhatikan Roblox dalam jangka panjang.